No Isbal = Yes and Isbal = No
Buat Wanita Muslimah
keutamaan Menghafal Al-Quran
Pacaran Boleh ngax ya?
No Isbal = Yes And Isbal = No
Telah kita saksikan hari ini, perkara yang dianggap remeh oleh sebagian manusia yaitu menurunkan...Baca Selanjutnya
Buat Wanita Muslimah
Jadi, para wanita semakin banyak berada di rumah, akan semakin baik kondisi umat manusia...Baca Selanjutnya
Keutamaan Penghafal Al-Quran
Dengan Kita menghafal Kita Akan Dimualiakan.....Baca Selanjutnya
Pacaran Boleh Ngax yaa?
Tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina dan maksiat. Sedang ta'aruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.Baca Selanjutnya
Minggu, 24 Juni 2012
Sabtu, 23 Juni 2012
PERKAWINAN ADALAH FITRAH KEMANUSIAAN
Perkawinan adalah fitrah
kemanusiaan, maka dari itu Islam menganjurkan untuk nikah, karena nikah
merupakan gharizah insaniyah (naluri kemanusiaan). Bila gharizah
ini tidak dipenuhi dengan jalan yang sah yaitu perkawinan, maka ia akan mencari
jalan-jalan syetan yang banyak menjerumuskan ke lembah hitam.
Firman Allah
Ta'ala.
"Artinya
: Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas)
fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada
perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan
manusia tidak mengetahui". (Ar-Ruum : 30).
A.
Islam Menganjurkan Nikah
Islam telah menjadikan
ikatan perkawinan yang sah berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai
satu-satunya sarana untuk memenuhi tuntutan naluri manusia yang sangat asasi,
dan sarana untuk membina keluarga yang Islami. Penghargaan Islam terhadap ikatan
perkawinan besar sekali, sampai-sampai ikatan itu ditetapkan sebanding dengan
separuh agama. Anas bin Malik radliyallahu 'anhu berkata : "Telah bersabda
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :
"Artinya
: Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan
hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi".
(Hadist Riwayat Thabrani dan Hakim).
B.
Islam Tidak Menyukai Membujang
Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam memerintahkan untuk menikah dan melarang keras kepada orang
yang tidak mau menikah. Anas bin Malik radliyallahu 'anhu berkata : "Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk nikah dan melarang kami
membujang dengan larangan yang keras". Dan beliau bersabda :
"Artinya
: Nikahilah perempuan yang banyak anak dan penyayang. Karena aku akan berbangga
dengan banyaknya umatku dihadapan para Nabi kelak di hari kiamat". (Hadits
Riwayat Ahmad dan di shahihkan oleh Ibnu Hibban).
Pernah
suatu ketika tiga orang shahabat datang bertanya kepada istri-istri Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam tentang peribadatan beliau, kemudian setelah
diterangkan, masing-masing ingin meningkatkan peribadatan mereka. Salah seorang
berkata: Adapun saya, akan puasa sepanjang masa tanpa putus. Dan yang lain
berkata: Adapun saya akan menjauhi wanita, saya tidak akan kawin
selamanya .... Ketika hal itu didengar oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa
sallam, beliau keluar seraya bersabda :"Artinya
: Benarkah kalian telah berkata begini dan begitu, sungguh demi Allah,
sesungguhnya akulah yang paling takut dan taqwa di antara kalian. Akan tetapi
aku berpuasa dan aku berbuka, aku shalat dan aku juga tidur dan aku juga
mengawini perempuan. Maka barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia
tidak termasuk golonganku". (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).
Orang
yang mempunyai akal dan bashirah tidak akan mau menjerumuskan dirinya ke jalan
kesesatan dengan hidup membujang. Kata Syaikh Hussain Muhammad Yusuf : "Hidup
membujang adalah suatu kehidupan yang kering dan gersang, hidup yang tidak
mempunyai makna dan tujuan. Suatu kehidupan yang hampa dari berbagai keutamaan
insani yang pada umumnya ditegakkan atas dasar egoisme dan mementingkan diri
sendiri serta ingin terlepas dari semua tanggung jawab".
Orang yang membujang pada
umumnya hanya hidup untuk dirinya sendiri. Mereka membujang bersama hawa nafsu
yang selalu bergelora, hingga kemurnian semangat dan rohaninya menjadi keruh.
Mereka selalu ada dalam pergolakan melawan fitrahnya, kendatipun ketaqwaan
mereka dapat diandalkan, namun pergolakan yang terjadi secara terus menerus lama
kelamaan akan melemahkan iman dan ketahanan jiwa serta mengganggu kesehatan dan
akan membawanya ke lembah kenistaan.
Jadi orang yang enggan
menikah baik itu laki-laki atau perempuan, maka mereka itu sebenarnya tergolong
orang yang paling sengsara dalam hidup ini. Mereka itu adalah orang yang paling
tidak menikmati kebahagiaan hidup, baik kesenangan bersifat sensual maupun
spiritual. Mungkin mereka kaya, namun mereka miskin dari karunia Allah.
Islam menolak sistem
ke-rahib-an karena sistem tersebut bertentangan dengan fitrah
kemanusiaan, dan bahkan sikap itu berarti melawan sunnah dan kodrat Allah Ta'ala
yang telah ditetapkan bagi makhluknya. Sikap enggan membina rumah tangga karena
takut miskin adalah sikap orang jahil (bodoh), karena semua rezeki sudah diatur
oleh Allah sejak manusia berada di alam rahim, dan manusia tidak bisa
menteorikan rezeki yang dikaruniakan Allah, misalnya ia berkata : "Bila saya
hidup sendiri gaji saya cukup, tapi bila punya istri tidak cukup ?!". Perkataan ini adalah
perkataan yang batil, karena bertentangan dengan ayat-ayat Allah dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Allah memerintahkan
untuk kawin, dan seandainya mereka fakir pasti Allah akan membantu dengan
memberi rezeki kepadanya.
Allah menjanjikan suatu pertolongan kepada orang yang
nikah, dalam firman-Nya: "Artinya
: Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang
layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika
mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha
Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui".(An-Nur : 32).
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam menguatkan janji Allah itu dengan sabdanya : "Artinya
: Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang
mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka, dan
seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya". (Hadits Riwayat
Ahmad 2 : 251, Nasa'i, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits No. 2518, dan Hakim 2 : 160
dari shahabat Abu Hurairah radliyallahu 'anhu).
Para
Salafus-Shalih sangat menganjurkan untuk nikah dan mereka anti membujang, serta
tidak suka berlama-lama hidup sendiri. Ibnu Mas'ud radliyallahu
'anhu pernah berkata : "Jika umurku tinggal sepuluh hari lagi, sungguh aku lebih
suka menikah daripada aku harus menemui Allah sebagai seorang bujangan". (Ihya
Ulumuddin dan Tuhfatul 'Arus hal. 20).
Biografi Mr Penggerak.
Galih Muharik dikenal sebagai Mr Penggerak. Ikhwan
kelahiran Jakarta, 3 April 1993 ini melalui perjalanan berliku sampai menjadi Mr
Penggerak seperti sekarang. Mari kita simak biografi dan kisah hidup Galih
Muharik dari masa susah beliau.
Ikhwan ini lahir dari keluarga Jawa yang sederhana dari pasangan Amin
Ponimin dan Sarni. Lulusan PP. Madrasah Aliyah Al-furqon, Tasikmalaya, tahun 2011
ini sedang kuliah di jurusan Dirosah Islamiyah di Mahad ‘Aly Ar-Rido
Klaten.
Jumat, 22 Juni 2012
Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Categories :
Ramadhan bulan adalah bulan ampunan, untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang kini ‘menyapa’ kita,i maka dari itu ane kali ini membahas beberapa hal penting tuk menyabut tamu yang suci ini
Pembahasan kita kali ini diantaranya:
Pembahasan kita kali ini diantaranya:
KEKHUSUSAN DAN KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN
Categories :
1. Puasa Ramadhan adalah rukun keempat dalam Islam.
Firman Allah Ta'ala :
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan asas kamu
berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu
bertaqwa. "(Al-Baqarah : 183).
Sabda Nabi :"Islam didirikan di atas lima sendi, yaitu: syahadat
tiada sembahan yang haq selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan
shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi hajike Baitul Haram. "
(Hadits Muttafaq 'Alaih).
Ibadah puasa merupakan salah satu sarana penting
untuk mencapai takwa, dan salah satu sebab untuk mendapatkan ampunan dosa-dosa,
pelipatgandaan kebaikan, dan pengangkatan derajat. Allah telah menjadikan ibadah
puasa khusus untuk diri-Nya dari amal-amal ibadah lainnya. Firman Allah dalam
hadits yang disampaikan oleh Nabi: "Puasa itu untuk-Ku dan Aku langsung membalasnya.
Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka
puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang
berpuasa lebih harum dari pada aroma kesturi." (Hadits Muttafaq 'Alaih).
Dan sabda Nabi :"Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan
mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. "
(Hadits Muttafaq 'Alaih). Maka untuk memperoleh ampunan dengan puasa
Ramadhan, harus ada dua syarat berikut ini:
- Mengimani dengan benar akan kewajiban ini.
- Mengharap pahala karenanya di sisi Allah Ta 'ala.
2. Pada bulan Ramadhan diturunkan Al-Qur'an sebagai
petunjuk bagi umat manusia dan berisi keterangan-keterangan tentang petunjuk dan
pembeda antara yang haq dan yang bathil.
3. Pada bulan ini disunatkan shalat tarawih, yakni shalat
malam pada bulan Ramadhan, untuk mengikuti jejak Nabi, para sahabat dan
Khulafaur Rasyidin. Sabda Nabi "Barangsiapa mendirikan shalat malam Ramadhan karena iman
dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
" (Hadits Muttafaq 'Alaih).
4. Pada bulan ini terdapat Lailatul Qadar (malam mulia),
yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, atau sama dengan 83 tahun 4
bulan. Malam di mana pintu-pintu langit dibukakan, do'a dikabulkan, dan segala
takdir yang terjadi pada tahun itu ditentukan. Sabda Nabi : " (Hadits Muttafaq 'Alaih).
.jpg)
Malam ini terdapat pada sepuluh malam terakhir, dan
diharapkan pada malam-malam ganjil lebih kuat daripada di malam-malam lainnya.
Karena itu, seyogianya seorang muslim yang senantiasa mengharap rahmat Allah dan
takut dari siksa-Nya, memanfaatkan kesempatan pada malam-malam itu dengan
bersungguh-sungguh pada setiap malam dari kesepuluh malam tersebut dengan
shalat, membaca Al-Qur'anul Karim, dzikir, do'a, istighfar dan taubat yang
sebenar-benamya. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni, merahmati,
dan mengabulkan do'a kita.
5. Pada bulan ini terjadi peristiwa besar yaitu Perang
Badar, yang pada keesokan harinya Allah membedakan antara yang haq dan yang
bathil, sehingga menanglah Islam dan kaum muslimin serta hancurlah syirik dan
kaum musyrikin.
6. Pada bulan suci ini terjadi pembebasan kota Makkah
Al-Mukarramah, dan Allah memenangkan Rasul-Nya, sehingga masuklah manusia ke
dalam agama Allah dengan berbondong-bondong dan Rasulullah menghancurkan syirik
dan paganisme (keberhalaan) yang terdapat di kota Makkah, dan Makkah pun menjadi
negeri Islam.
7. Pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu
Neraka ditutup dan para setan diikat.
Betapa banyak berkah dan kebaikan yang terdapat dalam
bulan Ramadhan. Maka kita wajib memanfaatkan kesempatan ini untuk bertaubat
kepada Allah dengan sebenar-benarnya dan beramal shalih, semoga kita termasuk
orang-orang yang diterima amalnya dan beruntung.
Perlu diingat, bahwa ada sebagian orang –semoga Allah
menunjukinya- mungkin berpuasa tetapi tidak shalat, atau hanya shalat pada bulan
Ramadhan saja. Orang seperti ini tidak berguna baginya puasa, haji, maupun
zakat. Karena shalat adalah sendi agama Islam yang ia tidak dapat tegak kecuali
dengannya. Sabda Nabi :
"Jibril datang kepadaku dan berkata, 'Wahai Muhammad,
siapa yang menjumpai bulan Ramadhan, namun setelah bulan itu habis dan ia tidak
mendapat ampunan, maka jika mati ia masuk Neraka. Semoga Allah menjauhkannya.
Katakan: Amin!. Aku pun mengatakan: Amin. " (HR.'hud Diniyyah, him. 37-39.
Maka seyogianya waktu-waktu pada bulan Ramadhan
dipergunakan untuk berbagai amal kebaikan, seperti shalat, sedekah, membaca
Al-Qur'an, dzikir, do'a dan istighfar. Ramadhan adalah kesempatan untuk menanam
bagi para hamba Ailah, untuk membersihkan hati mereka dari kerusakan. Juga wajib menjaga anggota badan dari segala dosa,
seperti berkata yang haram, melihat yang haram, mendengar yang haram, minum dan
makan yang haram agar puasanya menjadi bersih dan diterima serta orang yang
berpuasa memperoleh ampunan dan pembebasan dari api Neraka.
Tentang keutamaan Ramadhan, bersabda:
'"Aku melihat seorang laki-laki dari umatku
terengah-engah kehausan, maka datanglah kepadanya puasa bulan Ramadhan lalu
memberinya minum sampai kenyang " (HR. At-Tirmidzi, Ad-Dailami dan Ath-Thabarani
dalam Al-Mu'jam Al-Kabir dan hadits ini hasan).
"Shalat lima waktu, shalat Jum'at ke shalat Jum 'at
lainnya, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapuskan dosa-dosa yang
dilakukan di antaranya jika dosa-dosa besar ditinggalkan. " (HR.Muslim).
Jadi hal-hal yang fardhu ini dapat menghapuskan dosa-dosa
kecil, dengan syarat dosa-dosa besar ditinggalkan. Dosa-dosa besar, yaitu
perbuatan yang diancam dengan hukuman di dunia dan siksaan di akhirat. Misalnya:
zina, mencuri, minum arak, mencaci kedua orang tua, memutuskan hubungan
kekeluargaan, transaksi dengan riba, mengambil risywah (uang suap), bersaksi
palsu, memutuskan perkara dengan selain hukum Allah.
Seandainya tidak terdapat dalam bulan Ramadhan
keutamaan-keutamaan selain keberadaannya sebagai salah satu fardhu dalam Islam,
dan waktu diturunkannya Al-Qur'anul Karim, serta adanya Lailatul Qadar -yang
merupakan malam yang lebih balk daripada seribu bulan- di dalamnya, niscaya itu
sudah cukup, Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya. Lihat kitab Kalimaat
Mukhtaarah, hlm. 74 - 76.
- Mengimani dengan benar akan kewajiban ini.
- Mengharap pahala karenanya di sisi Allah Ta 'ala.
.jpg)
Malam ini terdapat pada sepuluh malam terakhir, dan diharapkan pada malam-malam ganjil lebih kuat daripada di malam-malam lainnya. Karena itu, seyogianya seorang muslim yang senantiasa mengharap rahmat Allah dan takut dari siksa-Nya, memanfaatkan kesempatan pada malam-malam itu dengan bersungguh-sungguh pada setiap malam dari kesepuluh malam tersebut dengan shalat, membaca Al-Qur'anul Karim, dzikir, do'a, istighfar dan taubat yang sebenar-benamya. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni, merahmati, dan mengabulkan do'a kita.
"Shalat lima waktu, shalat Jum'at ke shalat Jum 'at lainnya, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan di antaranya jika dosa-dosa besar ditinggalkan. " (HR.Muslim).
Hikmah Luar Biasa di Balik Puasa Ramadhan
Categories :
Di balik ujian menahan lapar, dahaga dan hawa
nafsu selama berpuasa di bulan Ramadhan, ternyata tersembul manfaat yang luar
biasa bagi kesehatan. Harits bin Kaldah, salah satu dokter yang terkenal
dari Arab mengatakan, “Menjaga makan adalah obat dari penyakit. Sedangkan perut
adalah sumber penyakit”.
Dengan berpuasa, otomatis perut terjaga dari
asupan makanan yang berlebihan yang mungkin membahayakan tubuh dan
kesehatan.
Tahukah Anda bahwa berpuasa ternyata mampu:
1. Menurunkan bobot tubuh
Berkurangnya masukkan energi pada orang berpuasa,
membuat tubuh harus mencari sumber energi yang tersimpan di dalamnya, yaitu
simpanan lemak dalam tubuh untuk dijadikan sumber energi. Tak heran bila setelah
29-30 hari berpuasa, tubuh akan berubah bentuknya dan berkurang bobotnya hingga
sekitar 4 kg.
2. Mencegah terjadinya stroke
Puasa juga dapat mengurangi risiko stroke karena
dapat memperbaiki kolesterol darah. Beberapa penelitian yang dilakukan
menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan HDL (high density lipoprotein) dan
menurunkan lemak trigliserol (pembentuk kolesterol LDL -low density lipoprotein-
yang merusak kesehatan).
3. Menurunkan tekanan darah
Pada mereka yang memiliki tekanan darah tinggi ringan
sampai sedang dengan kelebihan berat badan, puasa dapat membantu menurunkan
tekanan darah. Namun konsultasi dengan dokter ahli tetap harus dilakukan untuk
menyesuaikan pemberian obat.
4. Membentuk sel-sel baru
Puasa juga berfungsi untuk menghilangkan sel-sel
rusak dalam tubuh. Rasa lapar pada orang berpuasa membuatnya menggerakan
organ-organ internal dalam tubuh dan “memakan” sel-sel yang rusak untuk menutupi
rasa lapar. Nah, pada saat itu badan akan menggantinya dengan sel-sel baru,
sehingga bisa kembali berfungsi dan beraktivitas.
5. Mengurangi risiko diabetes
Bagi orang sehat, berpuasa dapat mengurangi risiko
terkena penyakit diabetes tipe 2. Hal ini terjadi karena pengurangan konsumsi
kalori secara fisiologis akan mengurangi sirkulasi hormon insulin dan kadar gula
darah. Dengan pengontrolan gula darah yang baik, akan mencegah penyakit diabetes
tipe 2, yang disebabkan harmon insulin tidak sensitif lagi mengontrol gula
darah.
Selama Anda sehat dan mampu berpuasa, lakukan ibadah ini dengan
sepenuh hati karena selain pahala yang berlipat ganda manfaat kesehatan pun akan
Anda dapatkan. Selamat berpuasa ... (Aya/KCM)
17 Kekeliruan Umum Selama Ramadhan
Categories :
Meski Ramadhan bulan adalah bulan ampunan, untuk
menyambut bulan suci Ramadhan yang kini ‘menyapa’ kita, di bawah ini kami
sarikan 16 kekeliruan umum yang sering dialami umat Islam selama Ramadhan. Hanya orang yang tidak tahu dan enggan saja yang tidak segera bergegas
menyambut bulan suci ini dalam arti yang sebenarnya, lahir maupun batin. “Berapa
banyak orang yang berpuasa (tapi) tak memperoleh apa-apa dari puasanya selain
rasa lapar dan dahaga belaka”. (HR. Ibnu Majah & Nasa’i)
Namun,
setiap kali usai kita menunaikan ibadah shiyam, nampaknya terasa ada saja yang
kurang sempurna dalam pelaksanaannya, semoga poin-poin kesalahan yang acap kali
masih terulang dan menghinggapi sebagian besar umat ini dapat memberi kita
arahan dan panduan agar puasa kita tahun ini, lebih paripurna dan bermakna.
1. Merasa sedih, malas, loyo dan tak bergairah menyambut bulan suci Ramadhan
Acapkali perasaan malas segera menyergap mereka yang enggan menahan rasa payah dan penat selama berpuasa. Mereka berasumsi bahwa puasa identik dengan istirahat, break dan aktifitas-aktifitas non-produktif lainnya, sehingga ini berefek pada produktifitas kerja yang cenderung menurun. Padahal puasa mendidik kita untuk mampu lebih survive dan lebih memiliki daya tahan yang kuat. Sejarah mencatat bahwa kemenangan-kemenangan besar dalam futuhaat (pembebasan wilayah yang disertai dengan peperangan) yang dilancarkan oleh Rasul dan para sahabat, terjadi di tengah bulan Ramadhan.
Semoga
ini menjadi motivator bagi kita semua, agar tidak bermental loyo & malas dan
tidak berlindung di balik kata “Aku sedang puasa”.
2. Berpuasa tapi enggan melaksanakan shalat fardhu lima waktu
Ini penyakit yang --diakui atau tidak-- menghinggapi sebagian umat Islam, mereka mengira bahwa Ramadhan cukup dijalani dengan puasa semata, tanpa mau repot mengiringinya dengan ibadah shalat fardhu. Padahal shalat dan puasa termasuk rangkaian kumulatif (rangkaian yang tak terpisah/satu paket) rukun Islam, sehingga konsekwensinya, bila salah satunya dilalaikan, maka akan berakibat gugurnya predikat “Muslim” dari dirinya.
3. Berlebih-lebihan dan boros dalam menyiapkan dan menyantap hidangan berbuka serta sahur
Ini biasanya menimpa sebagian umat yang tak kunjung dewasa dalam menyikapi puasa Ramadhan, kendati telah berpuluh-puluh kali mereka melakoni bulan puasa tetapi tetap saja paradigma mereka tentang ibadah puasa tak kunjung berubah. Dalam benak mereka, saat berbuka adalah saat “balas dendam” atas segala keterkekangan yang melilit mereka sepanjang + 12 jam sebelumnya, tingkah mereka tak ubahnya anak berusia 8-10 tahun yang baru belajar puasa kemarin sore.
4. Berpuasa tapi juga melakukan ma’siat
Asal makna berpuasa bermakna menahan diri dari segala
aktifitas, dalam Islam, ibadah puasa membatasi kita bukan hanya dari aktifitas
yang diharamkan di luar Ramadhan, bahkan puasa Ramadhan juga membatasi kita dari
hal-hal yang halal di luar Ramadhan, seperti; Makan, minum, berhubungan
suami-istri di siang hari.
Kesimpulannya, jika yang halal saja kita
dibatasi, sudah barang tentu hal yang haram, jelas lebih dilarang. Sehingga dengan masa training selama sebulan ini akan mendidik kita
menahan pandangan liar kita, menahan lisan yang tak jarang lepas kontrol, dsb.
“Barang siapa yang belum mampu meninggalkan perkataan dosa (dusta,
ghibah, namimah dll.) dan perbuatan dosa, maka Allah tak membutuhkan puasanya
(pahala puasanya tertolak).
5. Sibuk makan sahur sehingga melalaikan shalat shubuh, sibuk berbuka sehingga melupakan shalat maghrib
Para pelaku poin ini biasanya derivasi dari pelaku poin 3, mengapa ? Sebab cara pandang mereka terhadap puasa tak lebih dari ; “Agar badan saya tetap fit dan kuat selama puasa, maka saya harus makan banyak, minum banyak, tidur banyak sehingga saya tak loyo”. Kecenderungan terhadap hak-hak badan yang over (berlebihan).
6. Masih tidak merasa malu membuka aurat (khusus wanita muslimah)
Sebenarnya momen Ramadhan bila dijalani dengan segala
kerendahan hati, akan mampu menyingkap hijab ketinggian hati dan kesombongan
sehingga seorang Muslimah akan mampu menerima segala tuntunan dan tuntutan agama
ini dengan hati yang lapang. Menutup aurat, misalnya, akan lebih mudah
direalisasi ketimbang di bulan selain Ramadhan. Mari kita hindari sifat-sifat
nifaq yang pada akhir-akhir ini sangat diumbar dan dianggap sah, Ramadhan serba
tertutup, saat lepas Ramadhan, lepas pula jilbabnya, inilah sebuah contoh
pemahaman agama yang parsial (setengah-setengah), tidak utuh.
7. Menghabiskan waktu siang hari puasa dengan tidur berlebihan
Barangkali ini adalah akibat dari pemahaman yang kurang tepat dari sebuah hadits Rasul yang berbunyi “Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah” Memang selintas prilaku tidur di siang hari adalah sah dengan pedoman hadits diatas, namun tidur yang bagaimana yang dimaksud oleh hadits diatas? Tentu bukan sekedar tidur yang ditujukan untuk sekedar menghabiskan waktu, menunggu waktu ifthar (berbuka) atau sekedar bermalas-malasan, sehingga tak heran bila sebagian -besar- umat ini bermental loyo saat berpuasa Ramadhan.
Lebih tepat bila hadits diatas difahami
dengan; Aktifitas tidur ditengah puasa yang berpahala ibadah adalah bila ; Tidur proporsional tersebut adalah akibat dari letih dan payahnya fisik
kita setelah beraktifitas; Mencari rezeki yang halal, beribadah secara khusyu’
dsb.
Tidur proporsional tersebut diniatkan untuk persiapan qiyamullail
(menghidupkan saat malam hari dengan ibadah). Tidur itu diniatkan untuk
menghindari aktifitas yang –bila tidak tidur- dikhawatirkan akan melanggar
rambu-rambu ibadah Ramadhan, semisal ghibah (menggunjing), menonton acara-acara
yang tidak bermanfaat, jalan-jalan untuk cuci mata dsb.
Pemahaman hadits
diatas nyaris sama dengan pemahaman hadits yang menyatakan bahwa bau mulut orang
yang berpuasa lebih harum daripada minyak misk (wangi) disisi Allah, bila
difahami selintas maka akan menghasilkan pengamalan hadits yang tidak
proporsional, seseorang akan meninggalkan aktifitas gosok gigi dan kebersihan
mulutnya sepanjang 29 hari karena ingin tercium bau wangi dari mulutnya,
faktanya bau mulut orang yang berpuasa tetap saja akan tercium kurang sedap
karena faktor-faktor alamiyah, adapun bau harum tersebut adalah benar adanya
secara maknawi tetapi bukan secara lahiriyah, secara fiqh pun, bersiwak atau
gosok gigi saat puasa adalah mubah (diperbolehkan)
8. Meninggalkan shalat tarwih tanpa udzur/halangan
Benar bahwa shalat tarawih adalah sunnah tetapi bila
dikaji secara lebih seksama niscaya kita akan dapatkan bahwa berpuasa Ramadhan
minus shalat tarawih adalah suatu hal yang disayangkan, mengingat amalan sunnah
di bulan ini diganjar sama dengan amalan wajib.
9. Masih sering meninggalkan shalat fardhu 5 waktu secara berjama’ah tanpa udzur/halangan ( terutama untuk laki-laki muslim )
Hukum shalat fardhu secara berjama’ah di masjid di
kalangan para fuqaha’ adalah fardhu kifayah, bahkan ada yang berpendapat bahwa
hukumnya adalah fardhu ‘ain, berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang mengisahkan
bahwa beliau rasanya ingin membakar rumah kaum Muslimin yang tidak shalat
berjama’ah di masjid, sebagai sebuah ungkapan atas kekecewaan beliau yang dalam
atas kengganan umatnya pergi ke masjid.
10. Bersemangat dan sibuk beribadah sunnah selama Ramadhan tetapi setelah Ramadhan berlalu, shalat fardhu lima waktu masih tetap saja dilalaikan
Ini pun contoh dari orang yang tertipu dengan
Ramadhan, hanya sedikit lebih berat dibanding poin-poin diatas. Karena mereka
Hanya beribadah di bulan Ramadhan, itupun yang sunnah-sunnah saja, semisal
shalat tarawih, dan setelah Ramadhan berlalu, berlalu pula ibadah shalat
fardhunya.
11. Semakin jarang membaca Al Qur'an dan maknanya
12. Semakin jarang bershadaqah
13. Tidak termotivasi untuk banyak berbuat kebajikan
14. Tidak memiliki keinginan di hatinya untuk memburu malam Lailatul Qadar
Poin nomor 8, 10, 11, 12 dan 13 secara umum,
adalah indikasi-indikasi kecilnya ilmu, minat dan apresiasi yang dimiliki oleh
seseorang terhadap bulan Ramadhan, karena semakin besar perhatian dan apresiasi
seseorang kepada Ramadhan, maka sebesar itu pula ibadah yang dijalankannya
selama Ramadhan.
15. Biaya belanja & pengeluaran ( konsumtif ) selama bulan Ramadhan lebih besar & lebih tinggi daripada pengeluaran di luar bulan Ramadan (kecuali bila biaya pengeluaran itu untuk shadaqah)
16. Lebih menyibukkan diri dengan belanja baju baru, camilan & masak-memasak untuk keperluan hari raya pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan
17. Lebih sibuk memikirkan persiapan hari raya daripada amalan puasa
Mereka lebih sibuk apa yang dipakai di hari raya
dibanding memikirkan apakah puasanya pada tahun ini diterima oleh Allah Ta’aala
atau tidak Orang-orang yang biasanya mengalami poin-poin nomor 14, 15 dan 16
adalah orang-orang yang tertipu oleh “fatamorgana Ramadhan”, betapa tidak ? Pada
hari-hari puncak Ramadhan, mereka malah menyibukkan diri mereka dan keluarganya
dengan belanja ini-itu, substansi puasa yang bermakna menahan diri, justru
membongkar jati diri mereka yang sebenarnya, pribadi-pribadi “produk Ramadhan”
yang nampak begitu konsumtif, memborong apa saja yang mereka mampu beli. Tak
terasa ratusan ribu hingga jutaan rupiah mengalir begitu saja, padahal di luar
Ramadhan, belum tentu mereka lakukan. Semoga sentilan yang menyatakan bahwa
orang Islam tidak konsisten dengan agamanya, karena di bulan Ramadhan yang
seharusnya bersemangat menahan diri dan berbagi, ternyata malah memupuk semangat
konsumerisme dan cenderung boros, dapat menggugah kita dari “fatamorgana
Ramadhan”.
Semoga Allah menganugerahi kita dengan rahmat-Nya, sehingga
mampu menghindari kesalahan-kesalahan yang kerap kali menghinggapi mayoritas
umat ini, amin. Hanya dengan keikhlasan, perenungan dan napak tilas Rasul, insya
Allah kita mampu meng-up grade (naik kelas) puasa kita, wallaahu a’lam bis
shawaab.
Kamis, 21 Juni 2012
Babak kelima, abad 20 & 21.
Categories :
Pada babak ini proses da’wah (Islamisasi) di Indonesia
mempunyai ciri terjadinya globalisasi informasi dengan pengaruh-pengaruh
gerakan Islam internasional secara efektif yang akan membangun kekuatan Islam
lebih utuh yang meliputi segala dimensinya. Sebenarnya kalau saja Indonesia
tidak terjajah maka proses Islamisasi di Indonesia akan berlangsung dengan damai
karena bersifat kultural dan membangun kekuatan secara struktural. Hal ini
karena awalnya masuknya Islam yang secara manusiawi, dapat membangun martabat
masyarakat yang sebagian besar kaum sudra (kelompok struktur masyarakat
terendah pada masa kerajaan) dan membangun ekonomi masyarakat. Sejarah
membuktikan bahwa kota-kota pelabuhan (pusat perdagangan) yang merupakan
kota-kota yang perekonomiannya berkembang baik adalah kota-kota muslim. Dengan
kata lain Islam di Indonesia bila tidak terjadi penjajahan akan merupakan
wilayah Islam yang terbesar dan terkuat. Walaupun demikian Allah mentakdirkan di
Indonesia merupakan jumlah peduduk muslim terbesar didunia, tetapi masih menjadi
tanda tanya besar apakah kualitasnya sebanding dengan kuantitasnya
Babak keempat, abad 20 masehi
Categories :
Awal abad 20 masehi, penjajah Belanda mulai melakukan politik etik atau
politik balas budi yang sebenarnya adalah hanya membuat lapisan masyarakat yang
dapat membantu mereka dalam pemerintahannya di Indonesia. Politik balas budi
memberikan pendidikan dan pekerjaan kepada bangsa Indonesia khususnya umat Islam
tetapi sebenarnya tujuannya untuk mensosialkan ilmu-ilmu barat yang jauh dari Al
Qur’an dan hadist dan akan dijadikannya boneka-boneka penjajah. Selain itu juga
mempersiapkan untuk lapisan birokrasi yang tidak mungkin pegang oleh lagi oleh
orang-orang Belanda.Yang mendapat pendidikanpun tidak seluruh masyarakat
melainkan hanya golongan Priyayi (bangsawan), karena itu yang
pemimpin-pemimpin pergerakan adalah berasalkan dari golongan bangsawan.
Strategi perlawanan terhadap penjajah pada
masa ini lebih kepada bersifat organisasi formal daripada dengan senjata.
Berdirilah organisasi Serikat Islam merupakan organisasi pergerakan
nasional yang pertama di Indonesia pada tahun 1905 yang mempunyai anggota dari
kaum rakyat jelata sampai priyayi dan meliputi wilayah yang luas. Tahun 1908
berdirilah Budi Utomo yang bersifat masih bersifat kedaerahan yaitu Jawa, karena
itu Serikat Islam dapat disebut organisasi pergerakan Nasional pertama daripada
Budi Utomo.
Tokoh Serikat Islam yang terkenal yaitu HOS
Tjokroaminoto yang memimpin organisasi tersebut pada usia 25 tahun, seorang kaum
priyayi yang karena memegang teguh Islam maka diusir sehingga hanya menjadi
rakyat biasa. Ia bekerja sebagai buruh pabrik gula. Ia adalah seorang inspirator
utama bagi pergerakan Nasional di Indonesia. Serikat Islam dibawah pimpinannya
menjadi suatu kekuatan yang di perhitungkan Belanda. Tokoh-tokoh Serikat Islam
lainnya ialah H. Agus Salim dan Abdul Muis, yang membina para pemuda yang
tergabung dalam Young Islamitend Bound yang bersifat nasional, yang berkembang
sampai pada sumpah pemuda tahun 1928.
Da’wah Islam di Indonesia terus berkembang
dalam institusi-institusi seperti lahirnya Nadhatul Ulama, Muhammadiyah, Persis
dll. Lembaga-lembaga ke-Islaman tersebut tergabung dalam MIAI (Majelis Islam
‘Ala Indonesia) yang kemudian berubah namanya menjadi MASYUMI (Majelis Syura
Muslimin Indonesia) yang anggotanya adalah para pimpinan institusi-institusi
ke-Islaman tersebut.
Dimasa pendudukan Jepang, dilakukan strategi
untuk memecahbelah kesatuan kekuatan umat oleh pemerintahan Jepang dengan
membentuk kementrian Sumubu (Departemen Agama). Jepang meneruskan
strategi yang dilakukan Belanda terhadap umat Islam. Ada seorang Jepang yang
faham dengan Islam yaitu Kolonel Huri, ia memotong koordinasi ulama-ulama
dipusat dengan didaerah, sehingga ulama-ulama didesa yang kurang informasi dan
akibatnya membuat umat dapat terbodohi.
Pemerintahan pendudukan Jepang memberikan
fasilitas untuk kemerdekaan Indonesia dengan membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik
Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan dilanjuti dengan PPKI (Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan lebih mengerucut lagi menjadi Panitia
Sembilan, Panitia ini yang merumuskan Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945.
Piagram Jakarta merupakan konsensus tertinggi untuk menggambarkan adanya
keragaman Bangsa Indonesia yang mencari suatu rumusan untuk hidup bersama.Tetapi
ada kalimat yang kontropersi dalam piagam ini yaitu penghapusan “7 kata “
lengkapnya kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para
pemeluk-pemeluknya yang terletak pada alinea keempat setelah kalimat
Negara berdasarkan kepada Ketuhan Yang Maha Esa.
Babak kedua, abad 13 masehi.
Categories :
Di abad 13 Masehi berdirilah kerajaan-kerajaan Islam
diberbagai penjuru di Nusantara. Yang merupakan moment kebangkitan kekuatan
politik umat khususnya didaerah Jawa ketika kerajaan Majapahit berangsur-angsur
turun kewibawaannya karena konflik internal. Hal ini dimanfaatkan oleh Sunan
Kalijaga yang membina diwilayah tersebut bersama Raden Fatah yang merupaka
keturunan raja-raja Majapahit untuk mendirikan kerajaan Islam pertama di pulau
Jawa yaitu kerajaan Demak. Bersamaan dengan itu mulai bermunculan pula
kerajaan-kerajaan Islam yang lainnya, walaupun masih bersifat lokal.
Pada abad 13 Masehi ada fenoma yang disebut
dengan Wali Songo yaitu ulama-ulama yang menyebarkan da’wah di
Indonesia. Wali Songo mengembangkan da’wah atau melakukan proses
Islamisasinya melalui saluran-saluran:
a) Perdagangan
b) Pernikahan
c) Pendidikan (pesantren)
Pesantren merupakan lembaga pendidikan
yang asli dari akar budaya indonesia, dan juga adopsi dan adaptasi hasanah kebudayaan pra Islam yang
tidak keluar dari nilai-nilai Islam yang dapat dimanfaatkan dalam penyebaran
Islam. Ini membuktikan Islam sangat menghargai budaya setempat selama tidak
bertentangan dengan nilai-niliai Islam.
d)
Seni dan budaya
Saat itu media tontonan yang sangat terkenal pada
masyarakat jawa kkhususnya yaitu wayang. Wali Songo menggunakan wayang sebagai
media da’wah dengan sebelumnya mewarnai wayang tersebut dengan nilai-nilai
Islam. Yang menjadi ciri pengaruh Islam dalam pewayangan diajarkannya
egaliterialisme yaitu kesamaan derajat manusia dihadapan Allah dengan
dimasukannya tokoh-tokoh punakawam seperti Semar, Gareng, Petruk dan
Bagong. Para Wali juga menggubah lagu-lagu tradisional (daerah)
dalam langgam Islami, ini berarti nasyid sudah ada diIndonesia ini sejak jaman
para wali. Dalam upacara-upacara adat juga diberikan nilai-nilai Islam.
e)
Tasawwuf
Kenyatan sejarah bahwa ada tarikat-tarikat di
Indonesia yang menjadi jaringan penyebaran agama Islam.
Babak ketiga, masa penjajahan Belanda.
Categories :
Pada abad 17 masehi tepatnya tahun 1601 datanglah kerajaan Hindia Belanda
kedaerah Nusantara yang awalnya hanya berdagang tetapi akhirnya menjajah.
Belanda datang ke Indonesia dengan kamar dagangnya yakni VOC, semejak itu hampir
seluruh wilayah nusantara dijajah oleh Hindia Belanda kecuali Aceh. Saat itu
antar kerajaan-kerajaan Islam di nusantara belum sempat membentuk aliansi atau
kerja sama. Hal ini yang menyebabkan proses penyebaran da’wah terpotong.
Dengan sumuliayatul ( kesempurnaan)
Islam yang tidak ada pemisahan antara aspek-aspek kehidupan tertentu dengan yang
lainnya,ini telah diterapkan oleh para Ulama saat itu. Ketika penjajahan
datang, mengubah pesantren-pesantren menjadi markas-markas perjuangan,
santri-santri (peserta didik pesantren) menjadi jundullah (pasukan Allah)
yang siap melawan penjajah sedangkan ulamanya menjadi panglima perangnya. Hampir
seluruh wilayah di Indonesia yang melakukan perlawanan terhadap penjajah adalah
kaum muslimin beserta ulamanya.
Potensi-potensi tumbuh dan berkembang
diabad 13 menjadi kekuatan perlawanan terhadap penjajah. Ini dapat dibuktikan
dengan adanya hikayat-hikayat pada masa kerajaan-kerajaan Islam yang
syair-syairnya berisikan perjuangan. Ulama-ulama menggelorakan Jihad melawan
kaum kafir yaitu penjajah Belanda. Belanda mengalami kewalahan yang akhirnya
menggunakan strategi-strategi:
- Politik devide et impera, yang pada kenyataannya memecahbelah atau mengadu domba antara kekuatan Ulama dengan adat contohnya perang Padri di Sumatera Barat dan perang Diponegoro di Jawa.
- Mendatangkan Prof. Dr. Snouk Cristian Hourgonye alias Abdul Gafar seorang Guru Besar keIndonesiaan di Universitas Hindia Belanda juga seorang orientalis yang pernah mempelajari Islam di Mekkah, dia berpendapat agar pemerintahan Belanda membiarkan umat Islam hanya melakukan ibadah mahdhoh (khusus) dan dilarang berbicara atau sampai melakukan politik praktis. Gagasan tersebut dijalani oleh pemerintahan Belanda dan salah satunya adalah pembatasan terhadap kaum muslimin yang akan melakukan ibadah Haji karena pada saat itulah terjadi pematangan pejuangan terhadap penjajahan.
Babak pertama, abad 7 masehi (abad 1 hijriah).
Categories :
Pada abad 7 masehi, Islam sudah sampai ke Nusantara.
Para Da’i yang datang ke Indonesia berasal dari jazirah Arab yang sudah
beradaptasi dengan bangsa India yakni bangsa Gujarat dan ada juga yang telah
beradptasi dengan bangsa Cina, dari berbagai arah yakni dari jalur sutera
(jalur perdagangan) da’wah mulai merambah di pesisir-pesisir Nusantara.
Sejak awal Islam tidak pernah
membeda-bedakan fungsi seseorang untuk berperan sebagai da’i (juru da’wah).
Kewajiban berda’wah dalam Islam bukan hanya kasta (golongan) tertentu saja
tetapi bagi setiap masyarakat dalam Islam. Sedangkan diagama lain hanya golongan
tertentu yang mempunyai otoritas menyebarkan agama yaitu pendeta. Sesuai
ungkapan Imam Syahid Hasan Albana “ Nahnu duat qabla kulla sai “ artinya kami
adalah da’i sebelum profesi-profesi lainnya.
Sampainya da’wah di Indonesia melalui para
pelaut-pelaut atau pedagang-pedagang sambil membawa dagangannya juga membawa
akhlak Islami sekaligus memperkenalkan nilai-nilai yang Islami. Masyarakat
ketika berbenalan dengan Islam terbuka pikirannya, dimulyakan sebagai manusia
dan ini yang membedakan masuknya agama lain sesudah maupun sebelum datangnya
Islam. Sebagai contoh masuknya agama Kristen ke Indonesia ini berbarengan dengan
Gold (emas atau kekayaan) dan glory (kejayaan atau kekuasaan) selain Gospel yang
merupakan motif penyebaran agama berbarengan dengan penjajahan dan kekuasaan.
Sedangkan Islam dengan cara yang damai.
Begitulah Islam pertama-tama disebarkan di Nusantara,
dari komunitas-komunitas muslim yang berada di daerah-daerah pesisir berkembang
menjadi kota-kota pelabuhan dan perdagangan dan terus berkembang sampai akhirnya
menjadi kerajaan-kerajaan Islam dari mulai Aceh sampai Ternata dan Tidore yang
merupakan pusat kerajaan Indonesia bagian Timur yang wilayahnya sampai ke Irian
jaya
Sejarah Islam di Indonesia
Categories :
" Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran
bagi orang-orang yang berakal…”
(QS Yusuf ayat 111).
Sangat penting mempelajari sejarah da’wah Islam di Indonesia. Sesuai dengan
firman Allah dalam Al Qur’an ayat 111 bahwa mempelajari sejarah terdapat
ibrah (pelajaran). Dengan memepelajari sejarah dimasa lampau maka dapat
mengambil pelajaran untuk dimasa yang akan datang dibuat perencanaan atau konsep
yang lebih baik khususnya untuk da’wah di tanah air kita Indonesia. Sesuai
dengan hadist Rasulullah “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari
esok harus lebih baik dari hari ini “.
Bahasa merupakan nilai tertinggi dari suatu
peradaban. Suatu bangsa dipengaruhi nilai tertentu jika bahasanya dipengaruhi
oleh nilai tersebut. Bahasa Indonesia banyak dipengaruhi oleh bahasa Arab
(bahasa Qur’an) contohnya kata ibarat yang kata dasarnya dari
ibrah ini yang bermakna pelajaran dan masih banyak lagi bahasa indonesia
yang berasal dari bahasa Arab. Ini membuktikan bahwa budaya Indonesia
sudah dipengaruhi oleh budaya islami.Sangat penting mempelajari sejarah da’wah Islam di Indonesia. Sesuai dengan
firman Allah dalam Al Qur’an ayat 111 bahwa mempelajari sejarah terdapat
ibrah (pelajaran). Dengan memepelajari sejarah dimasa lampau maka dapat
mengambil pelajaran untuk dimasa yang akan datang dibuat perencanaan atau konsep
yang lebih baik khususnya untuk da’wah di tanah air kita Indonesia. Sesuai
dengan hadist Rasulullah “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari
esok harus lebih baik dari hari ini “.
Bahasa merupakan nilai tertinggi dari suatu
peradaban. Suatu bangsa dipengaruhi nilai tertentu jika bahasanya dipengaruhi
oleh nilai tersebut. Bahasa Indonesia banyak dipengaruhi oleh bahasa Arab
(bahasa Qur’an) contohnya kata ibarat yang kata dasarnya dari
ibrah ini yang bermakna pelajaran dan masih banyak lagi bahasa indonesia
yang berasal dari bahasa Arab. Ini membuktikan bahwa budaya Indonesia
sudah dipengaruhi oleh budaya islami.
Sejarah masuknya Islam di Indonesia melalui babak – babak yang penting:
- Babak pertama, abad 7 masehi (abad 1 hijriah).
- Babak kedua, abad 13 masehi.
- Babak ketiga, masa penjajahan Belanda
- Babak keempat, abad 20 masehi
- Babak kelima, abad 20 & 21.
Jumat, 08 Juni 2012
KEUTAMAAN HAFIZ DAN HAFIZAH ATAU PENGHAFAL QURAN
Allah telah menjanjikan
kelebihan kepada mereka yang menghafal al Quran seperti yang digambarkan di
bawah.
1.MEREKA ADALAH KELUARGA
ALLAH SWT.
Sabda
Rasulullah s.a.w:
"Daripada
Anas ra. Ia berkata bahawa Rasulullah s.a.w bersabda, "Sesungguhnya Allah
itu mempunyai keluarga yang terdiri daripada manusia." Kemudian Anas
berkata lagi, lalu Rasulullah s.a.w bertanya: "Siapakah mereka itu wahai
Rasulullah. Baginda menjawab: "Iaitu ahli Quran (orang yang membaca atau
menghafal Al- Quran dan mengamalkan isinya).Mereka adalah keluarga Allah dan
orang-orang yang istimewa bagi Allah.
2.DI TEMPATKAN SYURGA YANG PALING TINGGI
Sabda
rasulullah s.a.w:
"Daripada
Abdullah Bin Amr Bin Al Ash ra dari nabi s.a.w, baginda bersabda; Diakhirat
nanti para ahli Al Quran di perintahkan, "Bacalah dan naiklah kesyurga.
Dan bacalah Al Quran dengan tartil seperti engkau membacanya dengan tartil pada
waktu di dunia. Tempat tinggal mu di syurga berdasarkan ayat paling akhir yang
engkau baca."
3.AHLI AL QURAN ADALAH ORANG YANG ARIF DI SYURGA
Sabda
rasulullah s.a.w "Daripada Anas ra. Bahawasanya Rasulullah s.a.w.
bersabda; "Para pembaca Al Quran itu adalah orang-orang yang arif di
antara penghuni syurga,"
4.MENGHORMATI ORANG YANG MENGHAFAL AL QURAN BERERTI MENGAGUNGKAN ALLAH SWT.
Sabda
rasulullah s..a.w "Daripada Abu Musa Al Asya'ari ra.ia berkata
bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Diantara perbuatan mengagungkan
Allah adalah menghormati Orang Islam yang sudah tua, menghormati orang yang
menghafal Al-Quran yang tidak berlebih-lebihan dalam mengamalkan isinya dan
tidak membiarkan Al-Quran tidak di amalkan, serta menghormati kepada penguasa
yang adil."
5.HATI PENGHAFAL AL-QURAN TIDAK DI SEKSA
Sabda
rasulullah s.a.w.
"
DaripadaAbdullah Bin Mas'ud ra. Daripada nabi s.a.w. baginda bersabda: "
bacalah Al Quran kerana Allah tidak akan menyeksa hati orang yang hafal
al-quran.
Sesungguhanya
Al -Quran ini adalah hidangan Allah, siapa yang memasukkunya ia akan aman. Dan
barangsiapa yang mencintai Al Quran maka hendaklah ia bergembira."
6.MEREKA LEBIH BERHAK MENJADI IMAM DALAM SOLAT
Sabda
rasulullah s.a.w. :
"DaripadaIbnu
Mas'ud ra. Dari Rasulullah s.a.w. beliau bersabda; "yang menjadi imam
dalam solat suatu kaum hendaknya yang paling pandai membaca Al Quran."
7.DISAYANGI RASULULLAH S.A.W
Sabda
rasulullah s.a.w.:
"Daripada
Jabir Bin Abdullah ra. Bahawa nabi s.a.w menyatukan dua orang daripada
orang-orang yang gugur dalam perang uhud dalam satu liang lahad.
Kemudian nabi
s.a.w. bertanya, "dari mereka berdua siapakah paling banyak hafal Al
Quran?" apabila ada orang yang dapat menunjukkan kepada salah satunya,
maka nabi s.a.w memasukkan mayat itu terlebih dahulu ke liang lahad."
Sabda
rasulullah s.a.w.:
"Daripada
Ali Bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah ia berkata, "Barangsiapamembaca Al
Quran dan menghafalnya, maka Allah akan memasukkannya kedalam syurga dan
memberikannya hak syafaat untuk sepuluh anggota keluarganya di mana mereka
semuanya telah di tetapkan untuk masuk neraka."
9.PENGHAFAL AL QURAN AKAN MEMAKAI MAHKOTA KEHORMATAN
Sabda
rasulullah s.a.w.:
"Daripada
Abu Hurairah ra.daripada nabi s.a.w. baginda bersabda: "orang yang hafal
Al Quran nanti pada hari kiamatnanti akan datang dan Al Quran akan berkata;
"Wahai Tuhan ,pakaikanlah dia dengan pakaian yang baik lagi baru."
Maka orang tersebut di berikan mahkota kehormatan. Al Quran berkata lagi:
"Wahai
Tuhan tambahlah pakaiannya." Maka orang itu di beri pakaian kehormatannya.
Al Quran lalu berkata lagi, "Wahai Tuhan, redailah dia." Maka
kepadanya di katakan; "Bacalah dan naiklah." Dan untuk setiap ayat,
ia di beri tambahan satu kebajikan."
10.HAFAL AL QURAN MERUPAKAN BEKALAN PALING BAIK.
Sabda
rasulullah s.a.w.:
"Daripada
jabir bin nufair, katanya rasulullah s.a.w. bersabda; "Sesungguhnya kamu
tidak akan kembali menghadap Allah dengan membawa sesuatu yang paling baik
daripada sesuatu yang berasal daripada-Nya iaitu Al Quran.
11.ORANG TUA MEMPEROLEHI PAHALA KHUSUS JIKA ANAKNYA PENGHAFAL AL QURAN.
Sabda
rasulullah s.a.w.:
"Daripada
Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahawasanya ia mendengar Rasulullah s..a.w
bersabda: "Pada hari kiamat nanti, Al Quran akan menemui penghafalnya
ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Quran akan berwujud seseorang dan
ia bertanya kepada penghafalnya: "Apakah anda mengenalku?".
Penghafal tadi
menjawab; "saya tidak mengenal kamu." Al Quran berkata; "saya
adalah kawanmu, Al Quran yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan
membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan
mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang
semua dagangan. Maka penghafal Al Quran tadi di beri kekuasaan di tangan
kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya
dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru
lagi bagus yang harganya tidak dapat di bayar oleh penghuni dunia
keseluruhannya. Kedua orang tua itu lalu bertanya: "kenapa kami di beri
dengan pakaian begini?". Kemudian di jawab, "kerana anakmu hafal Al
Quran."
Kemudian
kepada penghafal Al Quran tadi di perintahkan, "bacalah dan naiklah
ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya." Maka ia pun terus naik
selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil)
Sabda
rasulullah s.a.w.:
"Daripada
Sisyah ra ia berkata, bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda; jumlah
tingkatan-tingkatan syurga sama dengan jumlah ayat-ayat Al Quran. Maka
tingkatan syurga yang di masuki oleh penghafal Al Quran adalah tingkatan yang
paling atas, dimana tidak ada tingkatan lagi sesudah itu.
Sabtu, 02 Juni 2012
Mutiara Kalam 2
“Boleh
jadi
kamu
mencintai
sesuatu
dan
sesuatu
itu
tidak
baik
bagimu.
Boleh
jadi
juga
kamu
membenci
sesuatu
padahal
itu
baik
bagimu.
Allah SWT
Maha
Tahu
Segalanya”
"Orang
kecil membesar-besarkan masalah.
Orang besar menjadikan masalah lebih
simple."
"Orang
kerdil mengatakan "imposible".
Orang
besar mengatakan
"nothing
imposible".
"Orang gagal, pandai membuat alasan tidak melakukan. Orang sukses, pandai membuat" alternatif penyelesaian.
“Tiada
istilah
gagal,
yang terjadi
adalah
terlalu
dini
untuk
menyerah,
memutuskan
berhenti
dalam
mencoba
dan
berusaha”
“Pelaut
ulung
dilahirkan
di
lautan
penuh
ombak
dan
badai
bukan
di
lautan
tenang
dan
damai.
Pahamilah
bahwa
semakin
tinggi
pohon,
semakin
besar
angin
yang menerpanya
”
Langganan:
Postingan (Atom)





.jpg)






