Sabtu, 15 September 2012

Curahan Hati dari Balik Jeruji

0 komentar



Sayyid Quthb rh berkata  :
        
         “Sangat sulit atas saya untuk menggambarkan bagaimana kita bisa sampai kepada tujuan yang baik dengan menggunakan cara yang kotor ...................?!.  Sesungguhnya tujuan yang baik tidak hidup kecuali dalam hati yang baik, maka bagaimana mungkin bagi hati itu untuk tahan menggunakan cara yang kotor, bahkan bagaimana ia mendapatkan jalan untuk menggunakan washilah (cara) ini ??!
         Saat kita mencelup ke jalan yang penuh lumpur, maka sudah pasti kita sampai ke tepian jalan dalam keadaan berlumuran lumpur, karena sesungguhnya lumpur-lumpur di jalan akan meninggalkan bekas-bekasnya pada kaki kita dan pada bagian kaki-kaki ini. Begitu juga keadaannya saat kita menggunakan washilah (cara) yang kotor, sesungguhnya kotoran akan menggantung pada ruh-ruh kita dan ia akan meninggalkan bekas-bekasnya pada ruh ini dan pada tujuan yang kita sampai kepadanya “

(Afrahur Ruh, ia adalah risalah indah yang beliau kirim kepada saudarinya Aminah Quthb, dan pertama kali diterbitkan majalah Al Fikr Tunisia dengan judul Adlwaa Min Ba’id volume IV tahun ke IV < Adzar 1959M ), dan ucapan yang di atas pada point 15 pada hal 26)

         Dan beliau berkata saat menyebutkan Firman Allah :” Dan kami tidak mengutus sebelum kamu seorang Rasul pun dan tidak (pula) seorang Nabi, melainkan apabila ia mempunyai suatu keinginan, syaitanpun memasukan godaan-godaan terhadap keinginan itu ......” (Al Hajj-52) :

         “ Kadang semangat dan gelora jiwa mendorong para pengusung dakwah setelah para Rasul, serta keinginan yang mendesak dalam penyebaran dakwah dan kemenangannya ..........  mendorong-dorong mereka untuk merekrut sebagian sosok orang atau sebagian tokoh dengan memicingkan mata di awal mulanya dari suatu yang termasuk tuntunan-tuntunan dakwah yang mereka menduganya bukan hal yang mendasar di dalamnya, dan membiarkan mereka dalam sebagian urusan mereka agar tidak lari dari dakwah dan tidak menjauhinya.
         Kadang hal itu mendorong mereka juga untuk menggunakan cara-cara dan metode yang tidak sejalan dengan timbangan dakwah yang tepat dan dengan manhaj dakwah yang lurus. Dan itu sebagai bentuk keinginan keras terhadap cepatnya kemenangan dan penyebaran dakwah, serta sebagai upaya keras dalam perealisasian ‘mashlahat dakwah’ padahal mashlahat dakwah yang sebenarnya adalah berada pada keistiqomahannya diatas manhaj tanpa penyimpangan baik sedikit ataupun banyak. Adapun hasilnya ........., maka ia adalah hal yang ghaib yang tidak diketahui kecuali oleh Allah, maka tidak boleh para pembawa dakwah ini memperhitungkan hitungan hasil-hasil ini, namun yang wajib adalah mereka berjalan di atas manhaj dakwah yang jelas yang tegas lagi tepat, dan mereka membiarkan hasil-hasil istiqomah ini kepada Allah, dan tidak akan terbukti kecuali kebaikan di akhir perjalanan ...........
         Inilah Al Qur’an Al Karim mengingatkan mereka kepada keberadaan bahwa syaitan selalu mengintai keinginan–keinginan mereka itu untuk bisa menembus dari arahnya kepada inti dakwah dan bila Allah telah menjaga para Nabi dan para Rasul-Nya sehingga syaitan tidak bisa menembus lewat jalan keinginan suci mereka kepada dakwah, maka orang-orang yang tidak ma’shum adalah sangat membutuhkan kepada kehati-hatian yang extra dari sisi ini dan kewaspadaan yang sangat karena khawatir syaithan masuk menembus mereka dari celah kecintaan yang sangat dalam nushrah dakwah, serta (celah) keinginan yang besar terhadap apa yang mereka sebut ‘mashlahat dakwah’ sesungguhnya mashlahat dakwah ini wajib  dilenyapkan dari kamus para pembawa dakwah, karena ia adalah sumber ketergelinciran dan pintu dari syaithan yang mana ia masuk menembus mereka darinya saat dia kesulitan masuk menembus mereka dari sisi mashlahat sosok individu.
         Dan kadang maslahat dakwah ini berubah menjadi berhala yang diibadahi oleh para du’at dan bersamanya mereka merupakan manhaj dakwah yang inti, wajib para du’at untuk istiqomah diatas manhaj ini tanpa menoleh kepada apa yang dihasilkan oleh keberpegangan ini berupa hasil-hasil yang kadang nampak di hadapan mereka bahwa di dalamnya terdapat bahaya terhadap dakwah ini dan para penyerunya !!!  Bahaya satu-satunya yang wajib mereka hindari adalah bahaya penyimpangan dari manhaj karena sebab apa saja. Sama saja baik penyimpangan ini banyak ataupun sedikit. Sungguh Allah lebih mengetahui daripada mereka terhadap mashlahat dan mereka tidak dibebani dengannya, akan tetapi hanya dibebani dengan satu hal saja, yaitu mereka tidak menyimpang dari manhaj dan tidak berpaling dari jalan ......... selesai hal 4/2435.
         Catatan  :
         Lihat bahasan selengkapnya dalam terjemah Risalah ‘Ketika maslahat dakwah dipertuhankan dan menjadi Thoghut model baru’ karya Syaikh Abu Muhammad ‘Ashim Al Maqdisyi yang diterjemahkan oleh Ust. Abu Sulaiman.

Read more...

Followers

 
Yayasan Az-Zahra Perwira © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here