Nabi Syu’aib diutus untuk kaumnya, yaitu penduduk Madyan. Nabi Syu’aib membawa perintah dari Allah untuk disampaikan kepada kaumnya, yaiitu agar menyembah Allah semata; berlaku jujur dan adil ketika melakukan timbangan sehingga tidak merugikan orang lain; menghentikan perusakan dimuka Bumi; dan tidak menghalang-halagi orang lain untuk berbuat baik dan beriman kepada Allah. Akan tetapi mereka durhaka dan menentang apa yang di perintahkan itu. Maka dari itu, Allah menimpakan bencana atas mereka dengan gempa bimi yang dasyat sehingga mereka mati bergelimpangan di rumah-rumah mereka. Kisah ini menegaskan bahwa Allah mengancam siapa saja yang menghalang-halangi orang lain untuk beriman kepada Allah dan melaksanakan ketakwaan kepada-Nya. Allah akan menimpakan akibat buruk bagi yang berbuat demikian, seperti halnya kepada kaum-kaum yang durhaka itu, karena merka tidak beriman kepada Allah dan menentang kebeneran yang dibawa kepada Nabi mereka. Padahal nikmat Allah yang dilimpahkan kepada mereka tak terhitung banyaknya.
وَإِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (85) وَلَا تَقْعُدُوا بِكُلِّ صِرَاطٍ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِهِ وَتَبْغُونَهَا عِوَجًا وَاذْكُرُوا إِذْ كُنْتُمْ قَلِيلًا فَكَثَّرَكُمْ وَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ (86)
(QS.Al-A’raf:85-86)

